Anak tidak boleh dijadikan sasaran emosi (pelampiasan amarah/stres) orang tua karena anak adalah amanah, bukan tempat pembuangan emosi. Perilaku ini menyebabkan dampak serius: anak mengalami kecemasan tinggi, ketakutan, trauma, rasa rendah diri, hingga berisiko tumbuh menjadi pribadi yang agresif dan pemarah. Beberapa sebab yang menjadikan anak menjadi sasaran emosi dari orang tua atau pengasuh antara lain :
- ANAK TIDAK MEMBALAS, Anak cenderung diam, menurut, atau tetap mencintai, sehingga dianggap "aman" untuk dilampiaskan.
- DEKAT DAN SELALU ADA, Anak berada di sekitar orang tua setiap hari, sehingga lebih mudah menjadi pelampiasan saat orang dewasa sedang lelah atau tertekan.
- PERILAKU ANAK MEMICU EMOSI, Tangisan, rengekan, atau sikap anak terkadang memicu emosi, terutama ketika orang tua sedang tidak stabil secara emosional.
- ORANG DEWASA BELUM MAMPU MENGELOLA EMOSI, Kurangnya kemampuan mengontrol emosi membuat orang dewasa melampiaskannya kepada anak.
- BEBAN HIDUP YANG TIDAK TERSALURKAN, Stres pekerjaan, masalah ekonomi, atau tekanan lainnya dapat terbawa ke rumah dan dilampiaskan kepada anak.
Anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, bukan dalam lingkungan yang penuh tekanan dan ketakutan. Dan ada beberapa dampak yang dapat ditimbulkan, antara lain
- MERASA TIDAK AMAN DAN TIDAK BERHARGA, Anak merasa dirinya tidak dihargai dan tidak memiliki tempat yang aman.
- PERCAYA DIRI MENURUN, Anak menjadi ragu terhadap dirinya sendiri dan takut mengekspresikan perasaan.
- MUDAH CEMAS, TAKUT ATAU SEDIH, Emosi negatif yang terus-menerus membuat kondisi mental anak terganggu.
- HUBUNGAN DENGAN ORANG TUA MENJADI RENGGANG, Kedekatan emosional berkurang karena anak merasa tidak nyaman.
- BERISIKO MENIRU POLA YANG SAMA, Anak dapat meniru cara mengelola emosi yang tidak sehat saat mereka dewasa nanti.
Sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- AMBIL JEDA SAAT EMOSI MEMUNCAK, Berhenti sejenak, tarik napas, dan tenangkan diri sebelum merespon anak.
- KENALI DAN KELOLA EMOSI DIRI, Sadari apa yang dirasakan dan cari cara sehat untuk menyalurkannya, bukan melampiaskannya pada anak.
- BICARA DENGAN TENANG, Gunakan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti, meskipun sedang merasa kesal.
- DENGARKAN ANAK DENGAN EMPATI, Berikan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya.
- PISAHKAN MASALAH PRIBADI DARI ANAK, Jangan membawa beban pekerjaan atau masalah lain ke dalam interaksi dengan anak.
- BANGUN KOMUNIKASI YANG POSITIF, Ciptakan suasana yang nyaman agar anak merasa aman untuk terbuka.






