Kegiatan Sekolah Peduli Perlindungan Khusus Anak Kota Banjarmasin Tahun 2023


Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin melalui Bidang Perlindungan Khusus Anak melaksanakan kegiatan Sekolah Peduli Perlindungan Khusus Anak pada tanggal 18, 20 dan 21 September 2023 lalu di SD, SMP dan SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin.

Kegiatan ini menyasar peserta didik di masing-masing Sekolah. Kegiatan diisi dengan narasumber yang berasal dari kalangan psikolog klinis dan pendongeng anak dengan materi sekitar Perlindungan Khusus Anak, Anti Bullying dan Waspada Kekerasan Seksual yang menyasar anak-anak.

Kegiatan pertama berlangsung di Aula SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin pada Senin, 18 September 2023. Kegiatan ini diisi oleh Psikolog sekaligus Asisten Ahli Fakultas Ushuluddin & Humaniora UIN Antasari Banjarmasin Ibu Dina Aprilia, M.Psi, Psikolog. Beliau menyampaikan materi perihal Psiko Edukasi Tentang Bullying dan Sexual Abuse Pada Remaja.

Kegiatan hari kedua dilaksanakan pada Rabu, 20 September 2023 mengambil tempat di SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin. Pada kesempatan kali ini, narasumber diisi oleh pendongeng anak yaitu Bapak Joko Tri Priyono, S.Pd.I. Beliau menyampaikan cerita fabel tentang Semut Tukang Bully dan Burung yang Baik Hati sebagai gambaran pentingnya menjaga hubungan dengan sesama dan menghindari tindak bullying. Kegiatan juga diisi diskusi dan tanya jawab yang diisi oleh Analis Kebijakan Bidang Perlindungan Khusus Anak Ibu Rimalia SKM, MM

Kegiatan terakhir mengambil tempat di SMA Islam Terpadu Ukhuwah pada Kamis, 21 September 2023. Pada kesempatan kali ini narasumber adalah Ibu Rika Vira Zwagery, M.Psi, Psikolog, beliau selaku Psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalimantan Selatan. Materi yang beliau sampaikan seputar permasalahan remaja, Bullying serta darurat kekerasan seksual yang menyasar anak sebagai korban.

Akhir-akhir ini perkembangan pemasalahan anak semakin kompleks, jika permasalahan ini tidak segera ditangani bersama dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks lagi. Permasalahan anak bukan menjadi kewajiban pemerintah saja, namun juga orang tua, keluarga, masyarakat secara keseluruhan. Sehingga perlu sinergitas dari berbagai sektor.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama